Civics’s essay


DEMOKRASI : BONEKA SANG WAKIL RAKYAT

Oleh : Fitri Rahmadianti

Demokrasi dalam pemerintahan adalah sebuah sistem kekuasaan yang melibatkan rakyat sebagai pihak yang mengambil andil di dalamnya. Kata ini  sudah tidak asing lagi terdengar di telinga kita orang Indonesia yang menganut sistem Demokrasi Pancasila.

Dari Rakyat oleh Rakyat dan Untuk Rakyat ( Abraham lincoln).Sebuah kata yang hanya menjadi sebuah pajangan belaka dibalik sistem otoriternya Soeharto.Rakyat hanya harus patuh padanya bahkan tak diberi kesempatan untuk mengutarakan pendapatnya  dan kata demokrasi pun hanya menjadi sebuah kata yang tidak bermakna pada jaman orde baru.

Dan pada akhirnya ketakutan yang dialami oleh rakyat pada jaman tersebut terluapkan pada kerusuhan 1998 yang menewaskan puluhan orang dan ratusan luka-luka yang juga menimbulkan krisis moneter yang berkepanjangan hanya untuk menuntut sebuah hak dari makna kata demokrasi tersebut.Soeharto pun digulingkan dari jabatannya dan berevolusilah Indonesia menjadi sebuah negara reformasi.

Rakyat diberikan haknya untuk mengeluarkan pendapat dan demokrasi pun mulai berjalan sebagaimana mestinya.Pemilihan langsung(Pemilu) untuk memilih kepala negara diselenggarakan untuk pertama kalinya di Indonesia pada tahun 2004.Sebuah angin sejuk bagi para rakyat Indonesia bahwa dengan inilah mereka bisa memilih pemimpin sesuai hati nurani mereka.Dan pada tahun yang sama pula mereka diberi kesempatan untuk memilih kembali  wakil rakyat yang akan turun ke pemerintahan.

Setelah presiden dan para wakil rakyat terpilih pada awalnya pemerintahan berjalan seperti bagaimana mestinya.Tapi perlahan banyak terjadi kemelencengan atau kenakalan kenakalan yang dilakukan oleh pihak yang diamandatkan amanatnya oleh masyarakat sipil tersebut.Mulai  dari penyalahgunaan fasilitas negara sampai lambannya kinerja dan kecilnya produktivitas yang dihasilkan dan korupsipun yang merajarela dimana mana. Dan hal ini yang mengubah perkataan Abraham Lincoln menjadi Dari Rakyat Oleh Rakyat Untuk Penjabat.Menggunakan hak suara rakyat,lalu memanfaatkan uang negara yang semestinya menjadi fasilitas-fasilitas yang bisa dimanfaatkan rakyat menjadi Public Facilities dan makna demokrasi yang sesungguhnya pun perlahan tapi pasti menjadi luntur.Dan terkadang rakyat yang diberikan haknya untuk bersikap demokrasi menciptakan sebuah sistem baru yaitu Demokrasi Ricuh.Setelah mereka memberikan suaranya tapi bila pilihan mereka  tidak dapat menduduki kekuasaan tersebut berbagai spekulasi timbul seperi kecurangan pihak KPUD dan sebagainya dan seolah menyalahgunakan kata dari Demokrasi itu tersendiri.

Pada intinya Demokrasi yang muncul di Indonesia telah terkacau oleh pihak pihak yang tidak bertanggungjawab.Secara dasar sebenarnya tidak ada Demokrasi yang sempurna karena pada akhirnya menimbulkan sebuah kelemahan dari demokrasi itu tersendiri yang dapat menimbulkan sebuah jarak antara sang majoritas dan minoritas.

Tidak ada cara terefektif untuk mengobati penyakit Demokrasi ini kecuali diawali oleh diri sendiri.Belajar untuk tahu,belajar untuk mengerti dan belajar untuk tidak meniru sebuah kesalahan besar yang telah dilakukan oleh aparat negara dan oknum-oknum tertentu yang mungkin saja belum tahu atau pura-pura tidak tahu atau tidak mau tahu sebuah budaya demokrasi yang benar.Dan harus diingatkan dengan pasti bahwa sebuah demokrasi itu adalah pemecahan suatu masalah secara mufakat bukan anarki,ricuh ataupun kekerasan yang diterapkan oleh beberapa pihak yang tidak mau bertanggung jawab.

Dan juga harus ada sebuah model pembelajaran terutama untuk para pelajar dewasa ini harus dibiasakan untuk diberikan pengajaran dan pengertian Demokrasi itu sejak dini.Sehingga di usia muda kelak saatnya mereka mennyumbangkan hak milih mereka,mereka tahu apa sebenarnya yang mereka lakukan dan untuk apa mereka melakukannya.Dan untuk tidak menciptakan Demokrasi Ricuh atau Anarki seperi apa yang orang orang lakukan saat ini.

Demokrasi itu tersendiri bisa diawali dari lingkungan terkecil di sekitar mereka.Di lingkungan keluarga seperti musyawarah yang dipimpin oleh sang Ayah untuk menyelesaikan permasalahan antara kedua anak lelakinya yang bertengkar.Seperi contoh kecil lain yaitu berdiskusi dengan teman untuk menentukan tempat untuk sekadar nongkrong belaka.Ataupun diskusi antara anak-nak kecil yang memilih permainan apa yang bisa mereka mainkan bersama .Itupun salah satu bentuk  demokrasi karena pada dasarnya pengertian demokrasi itu tersendiri adalah mendiskusikan suatu permasalahan / suatu hal secara mufakat.

Harus pula disertakan partisipasi sang anak dalam lingkungan bermasyarakat.Seperti di lingkungan Sekolah Dasar para siswa melakukan pemilihan ketua kelas.Dan dilanjutkan dengan organisasi yang lebih luas pada Sekolah Menengah Pertama atau Sekolah Menengah Atas yaitu pemilihan ketua OSIS.

Pada saatnya telah tiba para anak anak yang telah beranjak dewasa diberi kesempatan untuk terjun dalam demokrasi yang sesungguhnya yaitu bermain di dalam panggung politik yang semoga saja tidak akan ada lagi terjadi sebuah Drama Musikal atapun sandiwara yang sedang menjadi tren di dalam panggung politik dewasa ini dengan atas nama rakyat sebagai penanggung jawab.

Apabila segala pembelajaran dari nilai nilai dan pengertian dari demokrasi tersebut telah diterapkan oleh genersi muda sekarang semoga saja impian untuk menjadi Indonesia Negara Berdasarkan Pancasila dan Berlandaskan UUD 1945 yang Menjunjung tinggi Demokrasi adil akan tercapai dan menjadi sebuah kenyataan dan bukti riil bahwa Bangsa Indonesia adalah bangsa yang berbudaya demokrasi.(FRD)

Supervisor : Petrik Matanasi

About dedot.eagle
An ordinary girl who keeps millions wonderful things inside

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: