Ini Begitu Ayah


oleh : Fitri Rahmadianti

Ayah..

Orang yang begitu sabar menunggu kelahiran anaknya

Bukan tak mau melihat anaknya terlahir di dunia ini

Tapi ia tak tega melihat ibu berjuang dengan susah payahnya.

Ia tak sanggup melihat penderitaan tersebut

Tapi setelah ia mendengar tangis bayi kita

Tak sanggup pula ia untuk  tidak meneteskan air mata yang begitu spontan

Karena harunya..

Mungkin itu air mata pertama yang ia teteskan setelah menikah dengan ibu

Dia gembira sampai2 mengeluarkan air mata untuk kedua kalinya

Saat mengumandangkan adzan kepada kita

Dalam hatinya ia berdoa “Ya Allah , ku bersyukur kau telah memercayaiku untuk menitipkan titipanMu kepadaku,kan ku jaga ia baik2,ku ajarkan kebaikan dan kebajikan kepadanya.”

Tak hentinya ia menciumi kita sampai tiba di rumah

pada saat kita beranjak berjalan mungkin ayah  bukanlah orang yang selalu disamping kita

Tapi matanya selalu tajam mengawasi anaknya apabila anaknya akan terjatuh

Mungkin feelingnya tak terlalu kuat,tapi instingnya begitu hebat

Saat kita mulai bisa berjalan dan bermain2 dan sibuk meminta untuk bermain sepeda

Ayah dengan sabarnya mengajari kita mengelilingi komplek rumah

“kamu mengayuh,dan biarkan ayah yang menyetir.”

Itu yang selalu ayah katakan stiap hari,karena pada setiap hari itulah ayah dengan sabar mengajari anaknya bersepeda,walaupun sepeda itu sebenarnya terlalu kecil untuk ukuran badannya

Ketika anaknya mulai bersekolah ia mulai mengerutkan dahinya

Memikirkan cara untuk membayar uang sekolah anaknya

Tapi hilanglah semua kelelahannya saat ia melihat anaknya naik ke atas podium mendapatkan juara

Bangga dan merasa hasil kerjanya tak sia sia

Tetapi Alangkah hancur hatinya ketika anaknya membuat keributan dan berbuat onar

Tapi yang ia lakukan?

Ia tetap bersabar menghadapi kenakalan  & memaklumi kelakuan kita sebagai kenakalan remaja walau dalam hatinya ia merasa seperti orang tua yang gagal

Walau kadang kita sebagai anak tidak mampu meraba apa yang sedang ia rasakan

Ayah mungkin bukan orang yang gampang diajak bicara tapi sebenarnya ia ingin kita untuk selalu mengajaknya bicara

apalagi saat kau melarangnya untuk merokok dan harus menghentikan kebiasaan buruknya

ia dengan senang hati mendengar ocehan mu dan nasehatmu kepadanya untuk selalu solat mengingatkannya tentang agama

walau sebenarnya ia telah tahu hal itu dan berkata dalam hati ,”anakku pintar .“

ayah bukan orang yang gampang menangis kecuali di antara dua pilihan ‘ketika anaknya gagal atau berhasil’

yang mana yang akan kita pilih?

Saat kita bertengkar padanya tahukah betapa sedih dan sakit hatinya?

Walau susah untuknya dia mencoba untuk bersikap biasa dan dengan gayanya mengajak kita  berjalan2 agar kemarahan kita hilang padanya

Walau kadang terbalik kedengarannya

Dia ingin sekali bilang dia sangat sayang padamu

Tapi dia lebih ingin sekali mendengar kata sayang darimu

“Ayah aku sayang padamu .“

Cukup beberapa kata itupun telah membuatnya merasa sejuk dan tenang

Di usianya yang semakin senja ia harus bisa melepaskan anaknya yang sibuk untuk merantau dan meninggalkan rumah

Ia harus ikhlas,walau mau mati rasanya harus kehilangan anak yang pergi merantau ke negeri entah berantah

Tapi tanpa kita sadari di setiap doanya selalu disebutkan nama kita

Di setiap solatnya selalu ada air mata mendoakan anaknya

Dia malu untuk menangis di depan kita  oleh itulah dia hanya berani untuk menangis di hadapan Tuhan

Tahukah kita betapa rindu dan galaunya beliau bila kita tidak menelponnya sehari saja?

Dia menunggu telpon kita karena ia tak tahu bagaimana cara menggunakan telepon

Bukannya tak mau belajar tapi ia telah terlalu rabun untuk membaca setiap huruf dan angka

Ia tak pernah bilang rindu pada kita saat telah kembali dari rantauan buan karena ia malu

Tapi karena ia takut takut takkan bisa melepaskan kita lagi dan ingin selalu bersama kita

Bersama anaknya adalah momen terindah bagi dirinya

Di harinya yang semakin tua banyak penyakit telah meggorotinya ,

Jangankan untuk berlari lagi berjalanpun seperti ditusuk2 pisau

Untuk berdiripun ia susah

Tapi di depan anaknya dia berusaha untuk menyimpan rasa sakitnya itu

Tak mau membebani anaknnya

Sesungguhnya ia selalu menunggu kita untuk selalu bersamanya di penghabisan umurnya sampai ia tiada

AYAH AKU SAYANG PADAMU

About dedot.eagle
An ordinary girl who keeps millions wonderful things inside

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: