Pancasila , Dasar Negaraku Merdeka


Bebas dari penjajah adalah sebuah impian yang telah terajut sekian lamanya di benak bangsa Indonesia.  penderitaan, penindasan hanyalah segelintir kata-kata yang terlalu bosan untuk didengar dan terlalu penat untuk dirasakan oleh rakyat-rakyat kecil Indonesia yang entah tak tahu kapan akan menjadi besar  atau setidaknya naik ke tingkat 1 kasta dengan penghidupan yang layak tanpa ada bayangan rambut oranye, coklat maupun kuning sang kompeni . bukan tidak berusaha ataupun kekurangan personil kekuatan untuk melawan atau merangkai sebuah kata yang mungkin sekiranya bermakna kemerdekaan , kita hanya kurang memiliiki perkakas yang setidaknya 100 tahun lebih modern daripada sebuah bambu yang diruncingkan di bagian ujungnya saja. Mungkin lebih tepatnya kita harus mempunyai senjata yang mengeluarkan letupan api yang setidaknya bisa menumpaskan sang koloni dari kejauhan.

Setelah mungkin 5 dekade ditambah dengan ½ abad dijumlah dengan 300 tahun dikurang 8 windu 730 hari, barulah pandangan rambut oranye perlahan meniadakan diri digantikan dengan sang rambut hitam jepang yang disambut sebagai saudara 1 benua yang terngiang sebagai pembebas kemerdekaan Indonesia dari tangan belanda. Sama rambut, sama benua , sama rasa yang mendasari penyambutan gembira atas kedatangan saudara-saudara dari negeri Matahari Timur ke tanah air.

Janji-janji dan propaganda yang tiada matinya terbesit oleh Jepang yang terucap sebagai angan-angan palsu bagi orang-orang Indonesia.
Jepang cahaya Asia
JepangPemimpin Asia
Jepang pelindung Asia
Gerakan 3A adalah sebuah omong kosong yang memberikan harapan kosong di tengah pikiran rakyat yang kosong tanpa pandangan ataupun pedoman yang jelas untuk menjadi tempat berdiri dan menjadi sarana untuk berpegang. Mungkin itulah saatnya untuk para petinggi menciptakan sebuah pegangan yang menjadi pedoman dasar Indonesia.

Yang Indonesia butuhkan adalah sebuah ideologi. Ideologi yang bisa membuat bangsa Indonesia berpegang teguh, menjadi tumpuan untuk mengambil sebuah keputusan, dan mewakili seluruh pemikiran dan juga nilai luhur bangsa Indonesia yang menjunjung tinggi semangat persatuan dan permusyawaratan tanpa meninggalkan unsur keagamaan yang religious di dalamnya. Pemikiran dasar seperti inilah yang seharusnya telah disatukan menjadi sebuah pedoman bangsa Indonesia dalam melangkah.

Terbilanglah pada tanggal 1 Maret 1945 diumumkan pembentukan Badan Penyelidik Usaha Kemerdekaan Indonesia ( BPUPKI) yang diketuai oleh dr.K.R.T. Radjiman Wedyodiningrat. Badan bentukan jepang yang sebenarnya telah tercium siasat Jepang didalamnya yang menunjukkan belum adanya kerelaan Jepang untuk melepas Indonesia yang begitu kaya sumber daya alamnya. Hal tersebut terlihat dari terpampangnya nama Shucokan Cirebon yaitu Ichibangase sebagai ketua muda ( fuku kaico) yang menemani dr.Radjiman.

Walaupun siasat tersebut telah terendus oileh para pemimpin dan pejuang Bangsa Indonesia, hal tersebut tidak memadamkan arang semangat mereka untuk memperjuangkan kemerdekaan ini. Dengan mengambil kesempatan di tengah kelengahan Jepang yang tengah disibukkan dengan perang pasifiknya melawan sekutu, para pejuang Indonesia tetap berusaha untuk tidak menyiakan setitik kesempatan yang diberikan oleh Jepang utnuk benar-benar mewujudkan impian kosong yang tiada arti yang sebelumnya mustahil untuk terjadi menjadi sebuah impian yang berbobot yang akan mempunyai akhir dan berujung akan sebuah kata yang begitu mewah yaitu kemerdekaan.

Di tengah perselisihan antara golongan muda yang menuding bahwa para golongan tua hanyalah budak Jepang dan bersedia dikelabui Jepang dengan bergabung dalam organisasi bentukan Jepang yang masih saja digelantungi para kokumin Jepang , para golongan tua mengadakan rapat yang mengusung tentang perumusan Dasar Negara Indonesia Merdeka

Pada tanggal 1 Juni 1945, pada saat rapat terakhir dalam persidangan di saat Ir.Soekarno menyampaikan gagasannya tentang dasar Negara, tercetuslah pula pada saat itu nama Pancasila, Trisila, dan Ekasila yang pada akhirnya para anggota sidang secara mufakat memilih nama Pancasila sebagai tttle dasar Negara. Tapi satu hal yang harus ditegaskan bahwa tanggal 1 Juni 1945 bukanlah hari dimana Pancasila telah dirampungkan, melainkan sebuah permulaan dari babak baru terbentuknya Dasar Negara Indonesia Merdeka. Jadi, tanggal 1 Juni 1945 merupakan hari dimana nama Dasar Negara Indonesia lahir yaitu Pancasila.

Setelah dirampungkannya Pancasila secara resmi pada tanggal 22 Juni 1945 oleh panitia Sembilan, Indoensia telah memiliki suatu dasar dan tumpuan untuk bertindak dan mengambil keputusan dimana di masig-masing sila dari Dasar Negara Indonesia Merdeka tersebut telah terangkum oleh nilai-nilai yang sepatutnya dimiliki bangsa Indonesia.

Layaknya sila ketiga Pancasila yaitu persatuan Indonesia yang berhasil menggebukan semangat Bangsa Indonesia baik Pemuda maupun pejuang golongan tua untuk bersatu di tengah perselisihan mengenai kapan Indonesia akan merdeka. Walau ketegangan yang terjadi disana-sini, dengan tetap memegang teguh asas dan nilai-nilai Pancasila, telah menghasilkan sesuatu yang berpengaruh, bersejarah, berarti bagi bangsa Indonesia . Bangsa yang selama ini hanya mempunyai mimpi untuk mendapatkan kebebasan menjadi sebuah kenyataan yang berbuah kemerdekaan Republik Indonesia, kemerdekaan bangsa Indonesia , kemerdekaan yang berharap akan menjadi sebuah keabadian yang akan bisa dinikmati oleh generasi penerus mendatang.

17 Agustus 1945, telah tibalah rakyat Indonesia di depan pintu gerbang kemerdekaan Indonesia. Tepat pada pukul 10.00 di Jl.pegagasan Timur no.56 dibacakanlah teks proklamasi Kemerdekaan RI. Sebuah kabar gembira yang begitu mengharukan bagi seluruh Bangsa Indonesia walau kata MERDEKA itu masih harus dperjuangkan kembali oleh rakyat Indonesia yang berusaha untuk direnggut oleh Belanda dan para mitranya yang bersatu dalam nama sekutu.

Setidaknya Indonesia telah memiliki dan tetap berpegang teguh pada dasar dan fondasi yang kuat yang terbentuk dalam sebuah paradigma yang disempurnakan oleh kata ideologi untuk mengahadapi Belanda, yaitu Pancasila. Sampai pada akhirnya pada tanggal 27 Desember 1949 terbubuhlah tanda tangan dari kedua belah pihak yang diwakili oleh Moh.Hatta sebagai delegasi Indonesia dan Ratu Juliana, Dr. Willem Drees dan juga A.M.J.A. Sassen dari pihak Belanda mengenai penyerahan kedaulatan Indonesia.

Jasa-jasa yang telah ditorehkan Pancasila kepada kemerdekaan Bangsa Indonesia telah begitu berlimpah dan tak akan bisa terlupakan mengingat Pancasila merupakan dasar Negara Indonesia Merdeka. Oleh karena itu bukanlah hal yang patut untuk dilakukan apabila kita sebagai generasi muda hanya menghafalkannya saja sekadar menjadi penambah nilai pelajaran Kewarganegaraan maupun Sejarah. Apabila anda telah mengamalkan  nilai-nilai Pancasila dalam kehidupan sehari-hari lanjutkanlah dan jangan terhenti walau sampai akhir hayat layaknya pejuang kita yang telah memperjuangkan kemerdekaan sampai titik darah penghabisannya. Apabila belum, marilah amalkan nilai-nilai Pancasila tersebut dimulai dari hal terkecil dalam hidup anda. Dan rasakan efeknya dalam hidup anda. Selamat mencoba J.

Daftar Pustaka :

M.Habib Mustopo dkk. 2011. Sejarah 3.I. Jakarta: Yudhistira

http://forum.detik.com/apa-sih-isi-pidato-bung-karno-1-juni-1945-t188954.html?p=10553013 diakses pada tanggal 15 September 2012, 15.00

Fitri Rahmadianti/XII Social/SMA Negeri Sumatera Selatan (Sampoerna Academy )

About dedot.eagle
An ordinary girl who keeps millions wonderful things inside

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: